Sabtu, 10 Mei 2014

CURAHANKU

Panggil-Mu mengumandang
Ku terhanyut dengarkan        
Pujian untuk sang Maha Esa
Sahutku tak tinggal, mendengarnya

Terbersit dihati
Ku langkah kakiku
Menuju rumah indahmu
Ku tunaikan shalatku

Takbir ku angkat
Ku ucap dengan khusyuk
Lantunan ayat sucimu
Buat damai rasa di kalbu

Selesai dari itu..
Belum ingin ku tinggalkan
Rumah suci nan indahmu
Tempat penuai para perindu

Angkat kedua tangan
Ku panjatkan do’aku
Curahkan seluruh asaku
Ku mengampun di hadap-Mu

Resah di rasaku
Senang dan bahagia
Susah dan keluhku
Ku ungkap semuanya

Aku menyembah..
aku bersyukur kepada-Mu
teringat banyak nikmat
Pemberian terindah dari-Mu

Kan ku langkah kaki
Pulang ke asalku tadi
Saat benar ku rasa tenang
Siap hadapi tantangan-Mu lagi

GALAU


Gundahku merdeka
Resahku meruak
Tiada sebab mengapa
Gelisah tersibak

Ada rasa
Ada Tanya
Ada duga
Ada syakwasangka

Ingin ku urai
Justru datang derai
Ingin ku akhiri
Justru semakin jauh berlari

Tak mengerti
Tak disadari
Tak mampu menyudahi
Cukuplah ku jalani

Moga sang Ilahi
Tempatku menyudahi
Memberiku yang berarti
Dalam nyata dan mimpi

TENTANG KITA


Kau datang...
Bawa sejuta kabar
Berita senang..
Ataupun duka belia

Kau tempat menuang rasa
Menyimpan cerita resah..
Tempat berbagi asa..
Seluruh haru dan gelisah

sering...
Kau datang mendekat
Sedih dan senang...
Saling curahkan rasa

Saat aku jatuh..
Kau ajarkan aku bangkit
Giliran kau mengeluh...
spiritku selalu untukmu

kadang terjadi selisih...
Diantara kita
Tapi sirna dan usai...
Dengan saling mengerti

Saat berada jauh...
Terasa resah gelisah...
Namun saat kita dekat...
Senanglah yang terpahat
 
Takkan ku perduli
Mereka yang tak senang
Tak ada rasa tuk menyakiti
Buat yang memandang...

Biarkan gelak tawa kita bergelora...
Celaan dan cibiran bunganya
Rasa, asa dan cita pasnya
Ini semua kan jadi cerita

SAHABAT KECILKU


Kembali ku renggut
Derau kecewa tak pamit
Yang ku harap disini
Kita ukir masa itu kembali

Dulu kau ku tinggal
Pergi ku tanpa kabar
Demi pulang ke tempat asal
Kampung halaman bagai pasar

Sekarang ku disini lagi
Menunggu dan menanti
Akankah seperti dulu
Lalui hari tak kenal waktu

Inginku meminta maaf
Tinggalkanmu tanpa khilaf
Harusnya kau menunggu
Ku pasti kembali ke situ

Sembilan tahun lebih
Tanpa arah kita berpisah
Tertolak waktu tuk berjumpa
Hanya bisa ku kenang masa

Teringat canda tawa bersama
Bermain tanpa lelah
Berkeliling dengan suka
Tak kenal rasa menyerah

Terkenangkah kau kisah kita
Dengan ukiran senja pilu
Lewati senggang berdua
Kaulah sahabat kecilku

WAKTU


Hidupmu sepanjang masa
Bagiku peran utama
Kau pengungkap pilu dan haru
Penguak seluruh misteriku

Begitu cepat kau berlalu
Tanpa sadar kau menepisku
Mustahil kembali bagimu
Kaulah harta termahalku

Kau menjadi penentu shalat
Berpuasa, haji dan zakat
Hargamu lebih dari emas
Rasa tak mampu kau ku lepas

Melalaikanmu merugi
Mengisi kosongmu ku terpatri
Karnamu muda jadi tua
Denganmu siang berubah senja

Kan ku coba tak membiarkanmu
Menghargaimu harus mampu
Selagi diizinkan temaniku
Sebelum habis masa aktifku